![]() |
| ISTIMEWA |
Memasuki
kawasan ini, Anda akan disuguhi panorama yang menyejukkan mata,
menenteramkan batin. Batu-batu besar yang teronggok di sebelah kanan jalan di pinggir kali
menjadi tempat pasangan muda-mudi bersantai atau bercengkerama. Di sebelah
kiri, tebing tinggi dengan tumbuh-tumbuhan menghijau membuat objek wisata ini
sebuah lanskap yang indah untuk dinikmati.

Sambil menyelam minum air. Itulah mungkin pepatah yang tepat untuk menggambarkan tempat wisata Sari Ater. Selain Anda sekeluarga senang, bagi yang menderita penyakit bisa berendam di air panas sebagai terapi. Bagi yang masih lajang dan ingin cepat-cepat menikah, di kawasan wisata ini juga tersedia tempat yang dipercaya untuk memudahkan mendapat jodoh.
Siang itu, beberapa hari setelah lebaran Ilham (12 tahun) terlihat asyik naik gajah yang berjalan berlenggak-lenggok. Ilham adalah salah satu peserta rombongan dari Batuwarno yang mengisi sisa liburannya dengan berwisata ke Bendungan Waduk Gajah Mungkur. Bersama dengan kedua orang tuanya, bocah kelas enam SD yang sejak setahun lalu ditinggal ayahnya merantau ke Jakarta mencari nafkah itu, terlihat tertawa riang karena kegirangan. Tidak hanya naik gajah, Ilham juga mencoba beberapa permainan lain yang disediakan oleh tempat wisata Waduk Gajah Mungkur.
Masjid ini berbeda dengan yang biasa kita lihat pada umumnya, gaya arsitektur yang indah dan khas dengan perpaduan gaya Timur Tengah, Cina, Eropa, dan Jawa. Masjid yang pada umumnya menggunakan kubah, disini tidak ada. Tidak terdapatnya kubah merupakan bentuk pengaruh masjid di Timur Tengah, tepatnya Hadrasmaut (Yaman Selatan). Pintu-pintu masjid yang masih asli dengan ornamen Cina dan kontruksi daun jendela beraksen Jawa.
Siang itu, Pak Haryono bersama istri dan kedua anaknya sedang berlibur untuk melepas penat setelah seminggu bekerja mengurusi perusahaannya. Sebagai pemilik perusahaan media, ia disibukkan dengan beragam masalah ini dan itu. Makanya setiap hari libur ia selalu memanfaatkan dengan mengajak keluarganya untuk jalan-jalan. Haryono sadar, karena setiap hari kerja ia berangkat pagi dan pulang malam. “saya berangkat anak saya masih tidur, sedangkan kalau pulang anak saya sudah pada tidur. Makanya saya mencoba mendekatkan dengan anak-anak dengan jalan-jalan setiap saya libur” ucap Haryono. Di sini –Taman Wisata Mekarsai- Pak Haryono meneruskan pembicaraannya, anak-anak bisa bermain semaunya, istri bisa memetik buah, lihat tanaman hias, sayur-sayuran dan saya yang hobinya mancing, tinggal memancing. Jadi sekali jalan semuanya merasa senang.
Indonesia kaya akan budayanya. Tapi hanya sedikit yang melestarikannya. Bagi Anda yang sudah mulai bosan wisata ke tempat-tempat yang serba modern, boleh Anda mampir ke Kampung Budaya Sindangbarang. Bertempat di kaki gunung Salak, tepatnya di Kampung Sindangbarang, Taman Sari, Bogor, Jawa Barat ini menyuguhkan wisata dengan aneka atraksi bernuansa budaya. Diselimuti suasana pedesaan yang damai dan ramah tamah, Anda akan dikenalkan dengan berbagai aktivitas seperti sedekah bumi, marak laut, seren taun, belajar membuat wayang golek, pengenalan situs purbakala dan belajar tradisi Sunda diantaranya Ngahuna.